Malam bersama Yoru

Apa itu journaling? Mulai dari satu kejadian hari ini

Tim editorial Omakase Journal

Yoru berpikir di samping buku terbuka, cangkir, dan tanaman kecil di meja pada malam hari.

Journaling adalah mencatat pengalaman, pikiran, atau perasaan dengan kata-kata sendiri. Kamu bisa menulis bebas atau berhenti sejenak pada satu kejadian. Di sini, Yoru menemani kamu mencoba cara kedua lewat hal kecil dari keseharian.

Yoru

Kita ingat satu kejadian hari ini, yuk?

Bedanya dengan menulis buku harian?

Keduanya bisa saling bertemu. Buku harian boleh berisi kejadian, perasaan, dan pertanyaan yang belum terjawab. Journal juga bisa memuat hal biasa dari hari ke hari. Kamu tidak harus memilih istilah yang tepat sebelum mulai menulis.

Foto sepatu bisa mengingatkanmu pada jalan pagi. Beberapa kalimat dapat menyimpan siapa yang menemanimu atau mengapa waktu itu terasa berbeda. Ceritanya tidak harus panjang untuk memuat kejadian sekaligus perasaan.

Menyimpan cerita bisa dimulai dari benda kecil

Bagi sebagian orang, selembar kertas atau foto menjadi awal sebuah halaman. Bentuk kreatif seperti junk journal dapat memberi ide tentang apa yang ingin disimpan.

Yoru melihat beberapa buku dengan pertanyaan, foto, dan catatan pendek.

Contoh kegiatan di Gramedia Bali

Halaman acara Gramedia Teuku Umar Bali memperkenalkan lokakarya junk journaling dengan kertas memo, stiker, washi tape, dan bahan lain. Peserta diajak merangkai cerita, kenangan, atau ide dalam halaman buatan sendiri.

Lihat penjelasan kegiatan

Lokakarya itu memakai bahan fisik untuk membuat halaman kenangan. Di bawah ini, kita mencoba jalan lain: bercerita tentang momen di balik sebuah foto.

Di balik foto sepatu setelah jalan pagi

Dalam percakapan rekaan ini, seseorang memotret sepatunya setelah berjalan. Yoru mencari tahu cerita yang tidak tampak di foto.

Yoru mendengarkan di dekat sebuah foto dan dua balon percakapan.
Yoru

Tadi jalan ke mana?

Orang yang bercerita

Jalan pagi sama ayah di dekat rumah. Senang bisa jalan bareng lagi.

Yoru

Apa yang bikin senang bisa jalan bareng lagi?

Orang yang bercerita

Kami jadi ngobrol lama. Biasanya di rumah ketemu sebentar saja karena sama-sama sibuk.

Catatan singkat

Pagi tadi aku jalan bersama ayah di dekat rumah. Senang bisa berjalan dan mengobrol lama dengannya lagi. Biasanya kami hanya bertemu sebentar di rumah karena sama-sama sibuk.

Percakapan dan catatan ini dibuat sebagai contoh, bukan catatan pengguna atau hasil AI sungguhan. Jarak tempuh dan rencana jalan berikutnya tidak ditambahkan karena tidak diceritakan.

Sekarang, coba dengan harimu sendiri

Pilih kejadian hari ini atau beberapa hari lalu. Buka satu pertanyaan dan pikirkan jawabannya, atau tulis di kertas. Contoh jawabannya bisa dibuka belakangan.

Yoru menunggu di samping buku dalam kamar yang diterangi bulan.
Yoru

Coba ingat satu foto yang baru kamu ambil.

Kalau tidak ada foto, pilih janji, makanan, atau sesuatu yang kamu baca. Halaman ini tidak mengakses foto maupun kalendermu. Kamu sendiri yang memilih ingatan untuk mulai bercerita.

Waktu itu kamu sedang apa?

Mulai dari kejadian yang kamu ingat. Nama atau detail yang lupa boleh dibiarkan kosong. Satu kalimat sudah cukup sebagai awal.

Lihat contoh jawaban

Aku mampir ke warung setelah hujan reda dan menunggu minuman selesai dibuat.

Waktu itu rasanya bagaimana?

Kalau yang muncul baru kejadian, coba ingat bagaimana kamu mengalaminya. Tidak harus perasaan yang kuat. Rasanya bisa biasa saja atau belum jelas.

Lihat contoh dengan perasaan

Rasanya enak bisa duduk sebentar. Dari pagi aku terus buru-buru.

Apa yang bikin kamu merasa begitu?

Kalau ada perasaan yang muncul dan kamu ingin memikirkannya lagi, berhenti sebentar di situ. Mungkin ada keinginan atau hal yang mengganggu pikiran. Tidak apa-apa kalau alasannya belum ketemu.

Lihat lanjutan pikirannya

Mungkin aku sedang butuh waktu yang tidak dipakai untuk menyelesaikan tugas apa pun.

Kalau belum ada kata-kata, kamu boleh mencatat sedikit tentang fotonya atau berhenti di sini. Tidak semua pertanyaan harus dijawab.

Sebelum mulai

Coba dulu dengan kertas atau aplikasi catatan yang sudah ada. Kamu bisa memilih bentuk dan waktu yang cocok setelah mencobanya.

Harus ditulis tangan?

Kamu bisa menulis di kertas atau layar. Bisa juga bicara dulu sebelum mencatat pikiran. Berbicara dan menulis tangan adalah pengalaman yang berbeda; pilih cara yang lebih mudah kamu mulai.

Harus menulis setiap hari?

Catatan boleh singkat dan boleh ada jeda. Saat kembali, mulai dari hari ini. Kamu tidak perlu mengisi semua hari yang terlewat lebih dulu.

Bagaimana kalau tidak mendapat kesimpulan?

Keraguan atau dua perasaan yang bertentangan boleh tetap ada dalam catatan. Tidak harus berakhir positif atau menjadi rencana tindakan. Kamu bisa memikirkannya lagi nanti.

Yoru membantu menemukan awal cerita

Yoru mengamati foto, kalender, dan penanda tempat.

Ingin menyimpan cerita hari ini belum tentu berarti tahu harus bercerita tentang apa. Di Omakase Journal, Yoru bertanya dari petunjuk yang tersedia dalam foto, jadwal, dan tempat yang dikunjungi setelah aksesnya kamu izinkan. Jawabanmu mengarahkan percakapan, termasuk saat muncul perasaan atau alasan suatu kejadian terasa penting.

Petunjuk membuka pertanyaan; kata-katamu menjelaskan apa yang benar-benar terjadi. Percakapan lalu menjadi draf buku harian yang bisa kamu baca, sunting, dan konfirmasi. Yoru membantu mencari sesuatu untuk diceritakan sekaligus menyusunnya menjadi tulisan.

Yoru adalah hantu malam kecil yang membawa pena. Artikel ini dibuat oleh tim Omakase Journal. Pertanyaan di halaman ini adalah ajakan berpikir sambil membaca, bukan percakapan langsung dengan AI.